SHARING SUKA SUKA

Gudang Ilmu dan Media Sharing

Total Pageviews

Friday, 22 December 2017

Meskipun kuliah tidak menjamin masa depan yang cerah, namun saat ini hampir semua loker mempersyarakan Ijazah sebagai syarat utama. Namun kendalanya saat ini ada banyak bahkan ribuan sampai puluhan ribu sarjana di Indonesia adalah pengangguran, kalaupun kerja ya paling kerjaan tidak sesuai dengan gelarnya. Mengingat semua orang yang sudah beranjak ke usia yang bisa dibilang masuk dalam kategory dewasa pastinya butuh untuk bekerja. Sulitnya mendapatkan pekerjaan ini sering di alami oleh para sarjana muda atau bahkan sarjana tua.  Bahkan tak jarang dari mereka yang memutuskan untuk kerja apa aja asal halal  sekalipun hasil tak sesuai dengan keringat yang dikeluarkan.
Dibalik semua kasus diatas tak jarang pula diantara kita yang begitu cepat mendapatkan kerjaan dengan hasil ya lumayan bahkan lebih gede dari seorang PNS yang masih menjadi primadona di Negeri ini. Ini yang sering membuat sebagian dari kita sering merasa galau, dilema ketika dihadapkan terhadap persoalan antara kuliah dan kerja
Kuliah memang  hal yang sangat penting bahkan kuliah adalah segalanya untuk masa depan kita, karena pendidikan yang tinggi akan membawa kita ke zona pekerjaan yang pastinya menjanjikan. Ya itu sih dulu kali ya,,,,!! Sekarang mah status Sarjana tuhh dah berkeliaran dimana2 bagaikan anak ayam yang baru lepas dari induknya, yang wisuda 5 tahun lalu saja masih belum kerja semua apalagi yang kita baru kuliah,,,,!!! Betul nasib kita ada yang ngatur, tapi kita juga harus pandai2 melihat realita. Namun sedikit saran yang mungkin bisa membantu pembaca blog ini agar dilema atau galaunya bisa teratasi.
1.       Memilih Bekerja, nah bagi kamu yang  memilih bekerja dan meninggalkan bangku Kuliah, fucuslah pada pekerjaan anda, ikhaskan dan kuburlah sedalam mungkin tentang nasib kamu yang akan mendapatkan gelar sarjana, karena saya yakin sewaktu2 anda akan menyesali tindakan kamu ini. Ketika kamu menyesalinya hal yang perlu diingat bahwa penyesalan bukan berarti anda salah langkah, anda benar kok, bukankah kuliah terus sarjana yang kita butuhkan adalah kerjaan, apakah ada jaminan setelah lulus kuliah anda akan mendapatkan kerjaan sama dengan yang anda alami sekarang??? Intinya bersyukurlah karena kamu masuk dalam daftar orang yang sangat beruntung diantara banyak pengangguran di luar sana.
Hanya saja  pantangannya adalah kalau sewaktu-waktu entah kapan dan alasan apapun itu anda kehilangan akan pekerjaan anda, maka peluang anda untuk mendapatkan pekerjaan baru akan sulit, karena ntah dengan alasan apa beberpa lowongan mensyaratkan ijazah, sekalipun pengalaman juga menjadi point penting namun tetap ijazahlah  point utamanya.
Jadi, kalau anda sekarang memilih bekerja tetaplah bertahan dengan kerjaan anda dalam kondisi apapun, jikalau anda memang ingin resign, cobalah pertimbangkan dengan matang, atau paling tidak carilah dulu kerjaan yang siap mempekerjakan anda setelah resign, persiapkanlah diri anda sebelum resign, karena kadang ketika kita sudah tidak cocok dengan kerjaan kita kadang kita memang memilih resign sebagai alternatif yang tak bisa dihindari, sehingga sebelum resign jangan melakukannya secara mendadak, tetaplah profesional pada kerjaan anda, lakukan yang terbaik buat kantor anda, sampai akhirnya anda benar2 siap untuk resign, ingat kesalah terbesar sebagian orang adalah resign tanpa persiapan, sehingga setelah resign mereka akan merasakan galau berkepanjangan karena nganggur dan sulit dapat kerjaan baru. Mencari kerjaan baru sebelum resign jauh lebih mudah dan lebih tenang ketimbang mencari pekerjaan setelah resign.
Diantara semua hal yang sedikit menakutkan diatas, mari kita liat kemungkinan kesuksesan kita ,,, kita yang sudah merasakan dunia kerja akan jauh lebih kuat mental ketimbang yang masih kuliah, jaringan kita di luar sana akan semakin nyata, kesempatan kita untuk menjadi boss terbuka lebar, intinya memilih bekerja akan membuat kita jauh lebih mandiri dan tau cara menghasikan uang bukan menghabiskan uang saja. Nanti deh kita bahas lagi....
2.       Memilih untuk kuliah

Di point ini saya hanya ingin memberikan sedikit pendapat bahwa memilih kuliah merupakan suatu keputusan yang tidak salah, yang salah ketika anda tidak di antara keduanya, itsss apayah???? Langsung saja ya gays, jika anda memilih kuliah maka lakukanlah tips pertama, focus dan lupakanlah pilihan anda untuk memilih bekerja, tetaplah pada pilihan anda untuk kuliah apapun nantinya yang akan anda alami, yang menjadi target anda sekarang adalah Meraih gelar Sarjana, ingin coba bagaimana rasanya kuliah sambil kerja??? Tenang kawan, nanti akan di bahas secara spesifik di postingan lain yaaa,,,,!!!
Tamat di bangku sekolah merantau adalah hal yang selalu menjadi suatu keharusan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan di Bangku Perkuliahan. Beberapa macam alasan seseorang memilih merantau untuk kuliah di luar kota, ingin belajar hidup mandiri, ingin mendapatkan universitas dan jurusan ternama, dan lain sebagainya
Namun memilih untuk keluar daerah bagi sebagian orang bukanlah perkara gampang, ada banyak pertimbangan dan kendala yang muncul di benak masing2 individu yang kadang membuatnya mengalah dan mengurungkan niat untuk lanjutkan studynya di luar kota. Mulai dari izin orang tua, pacar, atau banyak hal yang muncul di benak kita yang sulit untuk kita tinggalkan, kebanyakan di antara kita berhasil kuliah di luar daerah, apupun alasan kita dan bagaimanapun kenyataan yang akhirnya menjadi keputusan kita segalanya ada ditangan kita sendiri, kesuksesan bukan di pihak kampus, jurusan, tempat dan apapun itu tetap kesuksesan, kita yang kendalikan.
Demikianlah tips dari saya untuk anda yang hendak kuliah di luar kota. Seharusnya jauh sebelumnya kita sudah pikirkan dan pertimbangkan . karena kuliah di luar kota bukanlah perkara mudah, ingat terkadang impian tidak selalu sesuai dengan realita yang kita harapkan. Agar tidak salah melangkah maka bacalah tips dari kami.
1.       Surveylah tempat/kota tujuan anda,,, apakah lingkungan atau kondisi buat anda nantinya sesuai dengan kemampuan anda? Apakah dengan tinggal dikota tersebut nantinya pendidkan anda akan membawa anda ke arus yang lebih terhadap apa yang anda inginkan nantinya??contoh di jakarta ada banyak jurusan pertanian ternama,tapi apa iyya kota metropolitan cocok dengan jurusan pertanian jawabanya relative ya, terus anda memilih jurusan Technology Informasi, Atau Hukum terus anda kuliah di daerah cocok gak buat kamu, ini Cuma pandangan saja. Lupakan tentang kota metropolitan, karena kampus ternama tak selamanya ada dalam kota tersebut. Jangan terpacu terhadap satu kampus yang yang anda favoritekan, karena bisa saja kampus yang anda favoritekan sekarang itu tak lebih karena informasi yang anda dapat hanya kebanyakan berasal dari kampus tersebut. Yang paling penting adalah akreditasi kampus atau jurusan, kalau sudah berada di level B maka gak usah ragu lagi akan kualitasnya.Akreditasi akan mencerminkan kualitas jurusan. Namun dengan ekonomi yang cukup kota metropolitan bukanlah menjadi suatu kendala buat anda.
2.       Carilah kota dengan biaya hidup yang sesuai dengan ekonomi anda,,, anda bisa searching kota dengan biaya hidup yang lebih rendah, dan kualitas pendidikannya bagus.
3.       Jangan terfocus pada satu pilihan, karena terkadang apa yang tidak sempat kita pikirkan sebelumnya itu jauh lebih baik, misalnya kita hanya kenal kota jakarta, tak dipertanyakan lagi di jakarta ada banyak PTN dan PTS ternama. Tapi cobalah perluasan wawasan anda ke kota lain seperti malang, jogja toh disana pasti terdapat banyak kampus ternama dan biaya hidup terendah misalnya. Atau bandung, intinya setiap kota akan ada universitas dan jurusan ternama yang sesuai dengan yang anda inginkan.  
4.       Yang terpenting adalah simulasi biaya hidup. Kebanyak dari kita ketika kuliah masih bergantung sama orang tua atau sanak keluarga. Liatlah sumber dana anda dan sesuaikan dengan pilihan anda, jangan memaksakan diri apalagi untuk ikut2tan atau bahkan untuk menaikkan gengsi. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tulis namun karena keterbatasan waktu dan beban hidup jadi membuat pikiran saya jadi sedikit buntu,untuk imformasi lain jangan lupa akan saya munculkan di postingan saya selanjutnya


Saat ini mungkin kita sering mendengar kata selamat datang di dunia pengangguran kepada fresh gradueted, karena saat ini kampus setiap tahunnya selalu  melepaskan alumni ratusan sampai ribuan dengan lulusan terbanyak di jurusan yang sama. Padahal sudah menjadi hukum alam bahwa apapuhn jenis pekerjaan yang banyak peminatnya pasti pekerjaan tersebut akan mengalami penurunan kualitas untuk kebutuhan hidup kita. Dan itu sudah menjadi suatu budaya yang tak terelakkan lagi. Sebaik2nya pekerjaan adalah yang kurang peminantnya. Sama halnya jurusan, kalau saat ini banyak yang tidak melirik jurusan yang kamu pilih itu artinya anda termasuk orang yang beruntung karena peluang anda di dunia kerja pastinya akan terbuka lebar. 

Meskipun jurusan anda kurang diminati karena mungkin dipandang sebelah mata namun karena peminatnya kurang otomatis peluang anda untuk di lapangan akan banyak. Karena anda sekalipun berasal dari jurusan yang bisa dianggap tidak terlalu bergengsi namun hal yang di pertimbangkan bahwa tidak ada kampus yang buka jurusan yang akan membawa alumninya ke dunia pengangguran, jadi alasan kampus membuka suatu jurusan pastinya karena jurusan tersebut di butuhkan. Nah kalau anda lulus namun pesaing anda kurang maka bisa dipastikan perusahaan yang membutuhkan kamu pastinya banyak yang kosong, nah kalau begitu dengan mudahnya anda akan masuk ke perusahaan tersebut. Karena sekalipun anda termasuk orang2 yang kurang cerdas namun anda sangat jauh dari ketidak tahuan terhadap jurusan anda. Pasti dasar dan pengetahuan kamu oke kok, kecuali kalau anda memang sering lewat depan ruangan saat perkuliahan berlangsung.  Upsss singkat cerita sekian wassalam.
Bukan hanya di dunia bisnis kita mengenal pangsa pasar, namun dalam memilih jurusan kuliah kita pun diharapkan untuk memilih jurusan susuai dengan kebutuhan di lapangan. Saat ini ada banyak wisudawan dan wisudawati baik dari kampus dan jurusan ternama sampai kepada kampus yang terbilang kurang dari segi existensinya selalu mendapat sambutan selamat datang di dunia pengangguran, bukan karena mereka kurang berkualitas, atau bukan karena IPKnya rendah, kebanyakan dari mereka hanya ingin mendapatkan gelar, dan mencari pekerjaan bermodalkan ijazah, dan kerjaan yang dia inginkanpun tak tersedia di tempat dimana ia hendak melamar, sehingga tak heran ada banyak sarjana yang memilih meniti karir diluar sana, salah satu penyebanya karna kurang lihai melihat pangsa pasar yang ada. Mereka hanya ingin mengejar title, soal kerjaan nantinya itu tidak penting,yang terpenting wisuda dan IPK menjanjikan.
Saran saya sebelum anda memutuskan untuk mengambil suatu jurusan liatlah atau surveylah tempat yang nantinya anda akan tempati untuk meniti karir, kira2 skill yang paling dibutuhkan di lokasi tersebut seperti apa, dan apakah pesaingnya masih kurang. Ini yang sering  terlepas dari pemikiran orang2 apapun jurusan dan universitas atau kampus anda, kalau misalnya itu yang dibutuhkan dilokasi anda maka status selamat datang di dunia pengangguran itu sangat minim akan anda alami, kecuali ketika kuliah anda sering lewat ketika depan kampus,
Yang kedua lihatlah dan carilah sesuatu yang anda senangi misalnya anda hobinya bercocok tanam maka otomatis pesaing anda kesana biasanya sangat minim toh mereka tidak perlu kuliah untuk bercocok tanam, namun paling tidak dengan memilih jurusan tersebut waktu anda tidak akan terbuang sia2 karena anda mempelajari sesuatu yang anda senangi dan ketika lulus anda akan lebih gampang mendapatkan pekerjaan karena apa yang anda pelajari akan anda terapkan dan tidak menutup kemungkinan anda akan berhasil menciptkana lapangan kerja.
Kemudian yang paling penting carilah jurusan yang paling kurang peminatnya sekalipun jurusan tersebut passionnnya nanti tidak terlalu menanjikan tapi paling tidak pesaing anda kurang, sehingga nanti anda akan lebih mudah mendapatkan pekerjaaan, yang pastinya pekerjaan yang sebelumnya tidak terlalu dimanati apabila kita berhasil menekuninya toh pasti akan mengalami suatu perkembangan tidak menutup kemungkinan bisa membuat anda menciptkan peluang cukup besar nantinya.

Kesimpulan, pandai2lah melirik pangsa pasar yang bisa membuat anda dibutuhkan setelah selesai menempuh pendidikan sekalipun jenis pekerjaan yanag akan anda dapatkan nantinya kurang bergengsi namun tidak ada jaminan anda tidak akan sukses. Bukankah kesuksesan paling baik itu sesuatu yang dimulai dari awal, atau suatu innovasi yang tercipta yang berasal dari hasil kera keras dan pemikiran kita. Sekian wassalam.
Dalam memilih jurusan hal yang perlu kita pertimbangkan adalah prediksi kita 4 sampai 5 tahun kedepan. Sebagai contoh di wilayah saya yang paling banyak dipilih setiap tahunnya adalah jurusan  tenaga Pendidik dan Ners. Kendalanya banyak di antara Alumni yang enggang menjadi pendidik karena peluangnya hanya sekedar menjadi guru honorer yang nasibnya belum tau akan kemana. Pengabdian untuk menjadi guru honorer tidaklah mudah. Sehingga banyak diantaranya yang lebih memilih menganggur ketimbang menjai guru honorer. Atau bahkan bekerja apa saja yang jelas bukan menjadi tenaga pendidik. Kita bisa memprediksi bahwa sekalipun ada banyak mahasiswa yang berasal dari pendidikan. Profesi sebagai guru masih tetap akan menanjikan beberapa tahun kedepan, itu dikarenakan kurangnya minat namun tingginya permintaan untuk menjadi pengajar disekolah-sekolah. Apalagi saat ini, setiap tahunnya penataan atau pemerataan pendidikan tingkat Dasar dan menengah semakin terbenahi, itu dibuktikan meningkatnya pembagunan sekolah di setiap daerah. Berbeda dengan profesi Ners, Sekalipun saat ini profesi Ners masih sangat dibutuhkan di Dunia kerja baik di klinik, Rumah Sakit, ataupun Puskesmas dan sejenisnya. Perlu kita pertimbangkan atau mengkaji ulang bahwa peminat jurusan ini setiap tahun semakin meningkat dan jumlahnya semakin meluber, yang tak terhindarkan lagi nantinya akan terjadi ketidak seimbangan antara Alumni Keperawatan dengan lowongan yang tersedia. Sehingga disarankan untuk anda memilih jurusan cadangan yang sesuai dengan minat anda, namun jika tidak ya bersiaplah untuk berjuang dan bersaing secara sehat di antara ribuan perawat yang nantinya akan bersama anda mencari pekerjaan. Ingat kawan bahwa Indonesia sudah kaya akan Sarjana namun masih tetap tak mengurangi angka pengangguran.
Ilustrasi di atas hanyalah suatu contoh/cerminan atas pesan yang hendak disampaikan oleh penulis. Intinya apapun jurusan yang anda ingin pilih, jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu akan jurusan tersebut. Jangan terlalu tervacum akan sesuatu yang kamu senangi, atau bakat yang anda miliki. Jangan takut untuk mempelajari hal-hal yang baru atau bahkan jangan takut untuk memilih jurusan yang sekalipun  pelajaran yang akan anda dapat merupakan sesuatu yang kurang anda senangi. Singkat cerita kawan,” ingat tak ada gunanya mempertahankan Zona nyaman yang kurang menanjikan, adakalanya kita harus siap keluar dari Zona nyaman untuk mendapatkan sesuatu yang indah”.
Ingat dunia ini penuh dengan perujuang, hidup ini pilihan, apapun pilihan anda, jalanilah setiap proses jangan mudah menyerah. Adakalahnya semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin terasa betapa bodohnya orang itu. Artinya, dalam hidup yang kita perlukan adalah bertahan dalam setiap kondisi, jangan mudah menyerah, karena semakin sulit sesuatu yang kamu jalani, semakin besar pula pencapaian yang akan anda raih.

Sebagai penutup, buat para pembaca, suatu hal yang harus anda tau, bahwa di dunia ini penuh dengan rintangan. Kita harus siap untuk segala kondisi yang ada, karena terkadang dalam hidup kita ada diatas, tiba2 jatuh kebawah, kita tidak bisa memprediksi kehidupan kita, apa yang akan terjadi besok. Namun apa yang kita lakukan hari ini, itu tidak akan pernah jauh dari apa yang akan kamu dapatkan nantinya. Maka saya sarankan untuk anda yang masih bingung memilih jurusan coba deh masukkan prediksi sebagai pertimbangan anda dalam memilih jurusan. Sekian